Parkir Liar di Bendungan Tirtonadi Diduga Resahkan Pengunjung, Tarif Dinilai Tidak Wajar
Foto: Dok. MEDIAHUKUMNUSANTARA.BIZ.ID
Solo – Kawasan Bendungan Tirtonadi yang menjadi salah satu ruang publik favorit di Kota Solo kembali menjadi sorotan. Sejumlah pengunjung mengeluhkan maraknya praktik parkir liar yang diduga memungut biaya di luar ketentuan, sehingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Bendungan Tirtonadi merupakan salah satu destinasi ruang terbuka yang banyak dikunjungi warga untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati suasana sore hari. Kawasan ini dibangun sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus menjadi ikon baru Kota Solo.
Namun, di balik ramainya aktivitas pengunjung, muncul keluhan mengenai dugaan adanya oknum yang melakukan pungutan parkir tanpa kejelasan status maupun tarif. Beberapa pengunjung mengaku diminta membayar dengan nominal yang dinilai lebih tinggi dari tarif parkir yang lazim berlaku.
"Kami tidak keberatan membayar parkir, tetapi seharusnya ada kejelasan tarif dan petugas yang resmi. Jangan sampai masyarakat merasa dipaksa membayar tanpa dasar yang jelas," ungkap salah seorang pengunjung.
Keberadaan parkir liar dinilai tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga dapat menciptakan citra negatif terhadap kawasan wisata yang selama ini dikenal sebagai ruang publik yang nyaman dan ramah bagi keluarga.
Padahal, sejumlah informasi mengenai kawasan Taman Bendungan Tirtonadi menyebutkan bahwa tersedia area parkir dengan tarif yang mengikuti ketentuan resmi Kota Solo.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Surakarta bersama aparat terkait segera melakukan penertiban terhadap praktik parkir liar apabila benar ditemukan di lapangan. Penataan parkir yang baik dinilai penting untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta kepastian hukum bagi seluruh pengunjung.
Selain penertiban, warga juga berharap adanya:
Pemasangan papan informasi tarif parkir resmi di setiap pintu masuk.
Penempatan petugas parkir resmi yang menggunakan identitas lengkap.
Pengawasan rutin terhadap praktik pungutan liar.
Penindakan tegas apabila ditemukan oknum yang memungut biaya tanpa kewenangan.
Dengan pengelolaan parkir yang tertib dan transparan, Bendungan Tirtonadi diharapkan tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo.
Bendungan Tirtonadi merupakan salah satu destinasi ruang terbuka yang banyak dikunjungi warga untuk berolahraga, bersantai, hingga menikmati suasana sore hari. Kawasan ini dibangun sebagai ruang publik yang nyaman sekaligus menjadi ikon baru Kota Solo.
Namun, di balik ramainya aktivitas pengunjung, muncul keluhan mengenai dugaan adanya oknum yang melakukan pungutan parkir tanpa kejelasan status maupun tarif. Beberapa pengunjung mengaku diminta membayar dengan nominal yang dinilai lebih tinggi dari tarif parkir yang lazim berlaku.
"Kami tidak keberatan membayar parkir, tetapi seharusnya ada kejelasan tarif dan petugas yang resmi. Jangan sampai masyarakat merasa dipaksa membayar tanpa dasar yang jelas," ungkap salah seorang pengunjung.
Keberadaan parkir liar dinilai tidak hanya merugikan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga dapat menciptakan citra negatif terhadap kawasan wisata yang selama ini dikenal sebagai ruang publik yang nyaman dan ramah bagi keluarga.
Padahal, sejumlah informasi mengenai kawasan Taman Bendungan Tirtonadi menyebutkan bahwa tersedia area parkir dengan tarif yang mengikuti ketentuan resmi Kota Solo.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Surakarta bersama aparat terkait segera melakukan penertiban terhadap praktik parkir liar apabila benar ditemukan di lapangan. Penataan parkir yang baik dinilai penting untuk memberikan rasa aman, nyaman, serta kepastian hukum bagi seluruh pengunjung.
Selain penertiban, warga juga berharap adanya:
Pemasangan papan informasi tarif parkir resmi di setiap pintu masuk.
Penempatan petugas parkir resmi yang menggunakan identitas lengkap.
Pengawasan rutin terhadap praktik pungutan liar.
Penindakan tegas apabila ditemukan oknum yang memungut biaya tanpa kewenangan.
Dengan pengelolaan parkir yang tertib dan transparan, Bendungan Tirtonadi diharapkan tetap menjadi ruang publik yang aman, nyaman, serta mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Solo.
📰 Baca Juga Berita Terkait
Jokowi Terima Gelar Kehormatan Adat di NTT, Simbol Penghormatan terhadap Budaya dan Persatuan Bangsa
Dugaan Pemotongan Dana PIP di SMK Negeri 1 Nogosari Boyolali Jadi Sorotan, Pihak Terkait Diharapkan Berikan Klarifikasi
Jadwal KRL Solo – Jogja Rabu, 1 Juli 2026 Hari Ini: Cek Jam Keberangkatan Terbaru
Ketika Presiden Joko Widodo Menjadi Presiden Pertama yang Mengunjungi Suku Asmat
💬 0 Komentar Pembaca
Tinggalkan Balasan
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!